Halaman

Sabtu, 19 Mei 2012

YAYASAN PONDOK PESANTREN DARUL FALAH Sekolah Berbasis NU (Nahdlatul Ulama))


Sejarah

Pondok Pesantren Darul Falah terletak di Jalan Raya Cihampelas, Kampung Cihampelas Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat. dekat aliran sungai Citarum yang menjadi Danau Saguling. Jarak dari Soreang Ibu Kota Kabupaten Bandung sekitar 15 Km ke arah Barat, sedangkan dari Kota Bandung berjarak sekitar 30 Km, atau sekitar 120 km dari Jakarta. Menuju pesantren ini dapat ditempuh dari Tol Cipularang, keluar melalui pintu tol Padalarang, kemudian menuju Cimareme. Dari Cimareme belok kanan menuju Cihampelas dengan jarak sekitar 10 km.

Pada awal berdirinya sekitar tahun 1970 hanya merupakan sebuah pondok pesantren tradisional (salafy) yang tidak memiliki fasilitas apa-apa, kecuali sebuah rumah milik mertua yang difungsikan sebagai asrama santri sekaligus sebagai madrasah, Didirikan oleh seorang kyai muda yang energik yaitu KH.Asep Burhanuddin Seiring perkembangan jaman, pada tahun 1985, beliau meningkatkatkan aktivitas pendidikan dan da'wahnya dengan mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Darul Falah yang berakta notaris No 22 tahun 1985, kemudian mendirikan pendidikan Formal yaitu SMP Darul Falah, merupakan sekolah pertama didirikan di Cihampelas Cililin yang bernuansa NU.

Sekolah ini memanfaatkan madrasah tua yang berukuran 10 x 5 m yang dijadikan dua ruang kelas masing 4 x 5 m dan 1 kamar (2 x 2,5 m) untuk kantor dan satu kamar MCK (2 x 2,5 m), sedangkan siswa yang daftar sebanyak 62 orang. Dipimpin oleh seorang tokoh berpengalaman dalam bidang Almaarif ( NU ) di Wilayah Cililin yaitu Bapak Wajun ( Alm ) pada saat itu beliau sebagai Ketua MWC NU Cililin. dibantu oleh aktivis pesantren dan NU ( GP. Anshor/PMII ) yang rata-rata masih berstatus mahasiswa/santri seperti CH.Anwar Hidayat, Agus Gunawan,BA .A.Saeful Mu'min,BA Baehaqi, BA, Agus HD.Idris, Iis Holiah dll. Pada Tahun 1987 didirikan Madrasah Aliyah, dipimpin Drs.A.Saeful Mu'min, H. Asep Suryana, kemudian Pada Tahun 1992 didirikan SMA Darul Falah dipimpin Drs.Effendi ( Alm ) dan sempat dipimpin oleh H. Kodar Rohmat pada tahun 2006-2007 dan kini dipimpin oleh H. A. Ghozwan Solihin, M.Pd


Visi

Terwujudnya sekolah yang Islami, Unggul, Profesional dan Berwawasan Lingkungan, Religius, Superior, Profesionalism, Care Territory ( RESPECT )

Misi

  1. Melaksanakan pembinaan kegiatan keagamaan
  2. Mengembangkan kemampuan Profesionalisme Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
  3. Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran dan Bimbingan yang efektif
  4. Mengoptimalkan pengembangan minat dan bakat siswa melalui kegiatan pengembangan dan ektrakurikuler
  5. Melaksanakan program pemeliharaan dan penataan lingkungan
 

Struktur Organisasi


  1. Sesepuh Pesantren/Yayasan
  2. KH. Asep Burhanuddin
    Hj. Maesyaroh

  3. Pimpinan Pesantren
  4. KH. Ch. Anwar Hidayat, AF

  5. Sekretaris Yayasan
  6. Drs. H.A.Saeful Mumin

  7. Bendahara
  8. H. E. Hermawan

  9. Kepala Asrama Putri
  10. Hj. Neneng Nurjanah

  11. Kepala Asrama Putra
  12. H. E. Hermawan

  13. Pembina Wali Pondok/Asrama
  14. Drs. H. Baehaqi
    Agus HD Idris, S.Ag

     

    Fasilitas


    • Lapangan Olah Raga
    • Laboratorium IPA
    • Laboratorium Komputer
    • Gedung Asrama


Lembaga Pendidikan 


Yayasan Pendidikan Darul Falah memiliki unit pendidikan menengah (SMP dan SMA), pesantren dan pendidikan tinggi (STAI). 



Seputar Mafia :@

Adriano & Sebastian kakak-beradik mafia kelas kakap.
bisnis mereka narkotik, prostitusi, penggelapan uang, pembunuh bayaran, penyelundupan senjata, human trafficking…
adriano, sang kakak mati tertembak polisi..
karena malu, sang adik, sebastian menyogok pastur saat pemakaman kakaknya..
sebastian membayar pastur tersebut & meminta supaya si pastur mengatakan bahwa adriano adalah orang baik…
saat pemakaman,,
pastur: "saudara2, adriano adalah pemerkosa, pembunuh, pemeras, penggelap uang, penyelundup senjata,,,tapi dibanding adiknya,, adriano adalah orang baik"

*:p

Perbedaan Pancasila dulu dan sekarang ???

Dulu : 
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil & beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin dari hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia

Sekarang :
1. Keuangan yg maha Kuasa
2. Korupsi yg adil & merata
3. Persatuan mafia hukum Indonesia
4. Kekuasaaan yg dipimpin dari nafsu kebejatan dalam persekongkolan & kepura-puraan
5. Kenyamanan sosial untuk seluruh pejabat, wakil rakyat & keluarganya

:) hhehe *iloveindonesia#

Sebuah Kisah Klasik - SO7

Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kali
Kita berbincang tentang memori di masa itu
Peluk tubuhku usapkan juga air mataku
Kita terharu seakan tidak bertemu lagi

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
Kar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Reff:
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
Sampai jumpa kawanku
S'moga kita selalu
Menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Kar'na hari ini yang 'kan kita rindukan
Di hari nanti...

Ke: Reff

Mungkin diriku masih ingin bersama kalian
Mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian


*huft, inget SMP!! -_-#

Cerita Jayus

Gara-gara membaca tulisan teman di face book “# lagi tahyat akhir, bentar lagi salam….” saya jadi teringat sebuah cerita guyonan tentang orang yang beru belajar Islam kemudian sholat berjamaah. Mungkin ada yang pernah mendengar ada juga yang belum, maka tidak ada salahnya saya ceritakan lagi di sini.
Alkisah ada 4 orang yang masih belajar Islam melakukan solat berjamaah, sebut saja Jono, Joni, Tono dan Toni. Karena dianggap paling alim maka Jono ditunjuk sebagai imam. Saat sedang solat tiba-tiba seekor cicak jatuh ke tubuh Jono. Joni yang melihat pun memanggil Jono “No Jono ada cicak tuh di pundak lu.” Belum selesai memanggil tiba-tiba Toni menginjak kaki Joni.
Karena sakit Joni pun berteriak “adaw, sakit tau” teriak Joni sambil memukul Toni. Karena mulai gaduh Tonopun melerai sambil berkata “hush, kalo lagi solat ngak boleh berantem, batal tau”. “Lagian si Joni teriak-teriakan kan ngak boleh solat teriak-teriakan” kata Toni membela diri. Wah berarti solat kita batal dong kata Joni, kemudian mereka memandang Jono yang masih khusuk melaksanakan solat. Ck ck ck, emang diantara kita Cuma si Jono yang ngerti agama. Kata Toni pada Joni dan Tono, mendengar pujian dari teman-temannya Jono yang sedang dalam posisi tasyahud akhir berkata “untung tadi gue ngak nengok”.
Demikian semoga menghibur :D

Kenakalan Remaja


1 Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.
Kenakalan remaja sering disebut juga dengan Juvenile Delinquency ialah perilaku jahat (dursila) atau kejahatan anak-anak muda. Anak-anak muda yang jahat itu disebut juga sebagai anak cacat secara sosial.
Juvenile berasal dari bahasa Latin “Juvenilus”, artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada masa remaja dan Delinquent berasal dari kata Latin “Delinquere” yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian diperluas lagi maknanya menjadi jahat.
Definisi kenakalan remaja menurut para ahli adalah sebagai berikut.
Kartono, ilmuwan sosiologi
Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang”.
Santrock
“Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.”
Mengenal siapa remaja dan apa problema yang dihadapinya adalah suatu keharusan bagi orang tua. Dengan bekal pengetahuan ini orang tua dapat membimbing anaknya menataki­ masa-masa krisis tersebut dengan mulus. Hal ini sangat dirasakan oleh semua karena di bahu remaja masa kini terletak tanggung jawab moral sebagai generasi penerus, menggantikan generasi yang ada saat ini. Mereka inilah yang kelak berperan menjadi sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas, menjadi aset nasional dan tumpuan harapan bangsa dalam kompetisi global, yang tentunya kian hiruk pikuk di abad ke XXI.

2 Bentuk-bentuk Kenakalan Remaja
            Singgih D. Gumarso (1988 : 19), mengatakan dari segi hukum kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok yang berkaitan dengan norma-norma hukum yaitu :
2.1. Kenakalan yang bersifat amoral dan sosial serta tidak diantar dalam undang-undang sehingga tidak dapat atau sulit digolongkan sebagai pelanggaran hokum.
2.2. Kenakalan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku sama dengan perbuatan melanggar hukum bila dilakukan orang dewasa.
Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan ;
a. Kenakalan biasa, seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit .
b. Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin.
c. Kenakalan khusus seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll. Kategori di atas yang dijadikan ukuran kenakalan remaja dalam penelitian.

3 Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja
Perilaku kenakalan remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
1. Faktor Internal (Dalam)
a. Reaksi Frustasi Diri
Dengan semakin pesatnya usaha pembangunan, modernisasi yang berakibat pada banyaknya anak remaja yang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap berbagai perubahan sosial itu. Mereka lalu mengalami banyak kejutan, frustasi, ketegangan batin dan bahkan sampai kepada gangguan jiwa.
b. Gangguan Pengamatan dan Tanggapan Pada Anak Remaja
Adanya gangguan pengamatan dan tanggapan di atas sangat mengganggu daya adaptasi dan perkembangan pribadi anak yang sehat.
Gangguan pengamatan dan tanggapan itu, antara lain : halusinasi, ilusi dan gambaran semua.
Tanggapan anak tidak merupakan pencerminan realitas lingkungan yang nyata, tetapi berupa pengolahan batin yang keliru, sehingga timbul interpretasi dan pengertian yang salah. Sebabnya ialah semua itu diwarnai harapan yang terlalu muluk, dan kecemasan yang berlebihan.
c. Gangguan Berfikir dan Intelegensi Pada Diri Remaja
Berfikir mutlak perlu bagi kemampuan orientasi yang sehat dan adaptasi yang wajar terhadap tuntutan lingkungan. Berpikir juga penting bagi upaya pemecahan kesulitan dan permasalahan hidup sehari-hari. Jika anak remaja tidak mampu mengoreksi pekiran-pekirannya yang salah dan tidak sesuai dengan realita yang ada, maka pikirannya terganggu.
d. Gangguan Perasaan Pada Anak Remaja
Perasaan memberikan nilai pada situasi kehidupan dan menentukan sekali besar kecilnya kebahagiaan serta rasa kepuasan. Perasaan bergandengan dengan pemuasan terhadap harapan, keinginan dan kebutuhan manusia. Jika semua tadi terpuaskan, orang merasa senang dan bahagia.
Gangguan-gangguan fungsi perasaan tersebut, antara lain :
1) Inkontinensi emosional ialah tidak terkendalinya perasaan yang meledak-ledak, tidak bisa dikekang.
2) Labilitas emosional ialah suasana hati yang terus menerus berganti-ganti dan tidak tetap. Sehingga anak remaja akan cepat marah, gelisah, tidak tenang dan sebagainya.
3) Ketidak pekaan dan mempunyai perasaan biasa disebabkan oleh sejak kecil anak tidak pernah diperkenalkan dengan kasih sayang, kelembutan, kebaikan dan perhatian.
4) Kecemasan merupakan bentuk “ketakutan” pada hal-hal yang tidak jelas, tidak riil, dan dirasakan sebagai ancaman yang tidak bisa dihindari.
2. Faktor Eksternal (Luar)
Selain faktor dari dalam ada juga faktor yang datang dari luar anak tersebut, antara lain :
a. Keluarga
Tidak diragukan bahwa keluarga memegang peranan penting dalam pembentukan pribadi remaja dan menentukan masa depannya. Mayoritas remaja yang terlibat dalam kenakalan atau melakukan tindak kekerasan biasanya berasal dari keluarga yang berantakan, keluarga yang tidak harmonis di mana pertengkaran ayah dan ibu menjadi santapan sehari-hari remaja.
Bapak yang otoriter, pemabuk, suka menyiksa anak, atau ibu yang acuh tak acuh, ibu yang lemah kepribadian dalam atri kata tidak tegas menghadapi remaja, kemiskinan yang membelit keluarga, kurangnya nilai-nilai agama yang diamalkan dll semuanya menjadi faktor yang mendorong remaja melakukan tindak kekerasan dan kenakalan.
b. Lingkungan Sekolah yang Tidak Menguntungkan
Sekolah kita sampai waktu sekarang masih banyak berfungsi sebagai “sekolah dengar” daripada memberikan kesempatan luas untuk membangun aktivitas, kreativitas dan inventivitas anak. Dengan demikian sekolah tidak membangun dinamisme anak, dan tidak merangsang kegairahan belajar anak.
Selanjutnya, berjam-jam lamanya setiap hari anak-anak harus melakukan kegiatan yang tertekan, duduk, dan pasif mendengarkan, sehingga mereka menjadi jemu, jengkel dan apatis.
Di kelas, anak-anak-terutama para remajanya sering mengalami frustasi dan tekanan batin, merasa seperti dihukum atau terbelenggu oleh peraturan yang “tidak adil”. Di satu pihak pada dirinya anak ada dorongan naluriah untuk bergiat, aktif dinamis, banyak bergerak dan berbuat; tetapi di pihak lain anak­ dikekang ketat oleh disiplin mati di sekolah serta sistem sekolah dengar.
Ada pula guru yang kurang simpatik, sedikit memiliki de­dikasi pada profesi, dan tidak menguasai metodik mengajar. Tidak jarang profesi guru/dosen dikomersialkan, dan pe­ngajar hanya berkepentingan dengan pengoperan materi ajaran belaka. Perkembangan kepribadian anak sama sekali tidak diperhatikan oleh guru, sebab mereka lebih berkepentingan dengan ­masalah mengajar atau mengoperkan informasi belaka.
c.  Media Elektronik
Tv, video, film dan sebagainya nampaknya ikut berperan merusak mental remaja, padahal mayoritas ibu-ibu yang sibuk menyuruh anaknya menonton tv sebagai upaya menghindari tuntutan anak yang tak ada habisnya. Sebuah penelitian lapangan yang pernah dilakukan di Amerika menunjukkan bahwa film-film yang memamerkan tindak kekerasan sangat berdampak buruk pada tingkah laku remaja. Anak yang sering menonton film-film keras lebih terlibat dalam tindak kekerasan ketika remaja dibandingkan dengan teman-temannya yang jarang menonton film sejenis. Polisi Amerika menyebutkan bahwa sejumlah tindak kekerasan yang pernah ditangani polisi ternyata dilakukan oleh remaja persis sama dengan adegan-adegan film yang ditontonnya. Ternyata anak meniru dan mengindentifikasi film-film yang ditontonnya.
d. Pengaruh Pergaulan
Di usia remaja, anak mulai meluaskan pergaulan sosialnya dengan teman-tema sebayanya. Remaja mulai betah berbicara berjam jam melalui telepon. Topik pembicaraan biasanya seputar pelajaran, film, tv atau membicarakan cowok / cewek yang ditaksir dsb.
Hubungan sosial di masa remaja ini dinilai positif karena bisa mengembangkan orientasi remaja memperluas visi pandang dan wawasan serta menambah informasi, bahkan dari hubungan sosial ini remaja menyerap nilai-nilai sosial yang ada di sekelilingnya. Semua ­faktor ini menjadi penyokong dalam pembentukan kepribadiannya dan menambah rasa percaya diri karena pengaruh pergaulan yang begitu besar pada diri remaja, maka hubungan remaja dengan teman sebayanya menentukan kualitas remaja itu. Kalau ini disadari oleh remaja, maka dengan sadar remaja akan menyeleksi teman pergaulannya.

4.      Mengatasi Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara sosiologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungan, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri, dan sebagainya.
Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya.
Memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja :
1.      Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi  dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
2.      Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
3.      Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
4.      Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi  arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
5.      Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman
sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Kamis, 17 Mei 2012

Larutan Penyangga

Penentuan pH Larutan Penyangga- Bagaimana membuat larutan penyangga yang memiliki nilai pH tertentu? Anda dapat membuatnya dari campuran asam lemah dan basa konjugat atau dari basa lemah dan asam konjugatnya, dengan tetapan ionisasi asam lemah atau basa lemah mendekati konsentrasi ion H+ atau pH yang diharapkan. Sebagai gambaran, misalnya larutan penyangga dibuat dari asam lemah HA dan basa konjugatnya A–. Persamaan kesetimbangan ionisasi asam adalah: HA(aq) ⇄ H+(aq) + A–(aq). Tetapan ionisasi dari asam lemah HA adalah
Dengan menata ulang persamaan, diperoleh persamaan untuk konsentrasi ion H+, yaitu:

Persamaan tersebut menyatakan konsentrasi ion H+ dalam bentuk Ka asam lemah dikalikan dengan perbandingan konsentrasi HA dan A–pada keadaan kesetimbangan. Jika [HA] dan [A–] sama maka konsentrasi ion H+ dari larutan penyangga sama dengan nilai Ka. Anda dapat menggunakan persamaan di atas untuk menentukan nilai pH larutan penyangga, yaitu: 


Ruas kiri persamaan menyatakan pH. Ruas kanan dapat disederhanakan menjadi pKa, dimana pKa = –log Ka. Jadi, persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk sebagai berikut.


Secara umum, persamaan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut.

(berdasarkan teori Bronsted-Lowry)

(berdasarkan teori Arrhenius)

Untuk larutan penyangga yang dibuat dari basa lemah dan asam konjugatnya, nilai pOH diperoleh dengan cara serupa.

(berdasarkan teori Bronsted-Lowry)


(berdasarkan teori Arrhenius)

Persamaan ini dikenal sebagai persamaan Henderson-Hasselbalch. Untuk membuat larutan penyangga dengan pH sesuai keinginan, misalnya pH ≈ 4,75, dapat dilakukan dengan mencampurkan asam lemah yang memiliki nilai pKa sekitar 4,74. Kemudian, dicampurkan dengan garam yang konsentrasi molarnya sama dengan asam lemah agar
Contoh pH Larutan Penyangga dari Asam Lemah dan Garamnya Berapa pH larutan yang dibuat dari campuran 50 mL CH3COOH 0,5 M dan 50 mL NaCH3COO 0,5 M? Diketahui Ka(CH3COOH) = 1,8 × 10–5. Jawab: Dalam larutan terdapat: CH3COOH, CH3COO–, H+, dan Na+. Reaksi kesetimbangannya: CH3COOH(aq) ⇄ CH3COO–(aq) + H+(aq) Konsentrasi CH3COO– lebih dominan dari garam dibandingkan hasil ionisasi asam asetat maka dalam perhitungan, konsentrasi CH3COO– ditentukan dari garamnya. Konsentrasi CH3COOH dalam campuran (100 mL):


Konsentrasi CH3COO– dalam campuran (100 mL):


Nilai pH larutan dihitung dengan rumus:


Jadi, pH larutan penyangga sebesar 4,74. Nilai ini berasal dari nilai pKa. Contoh pH Larutan Penyangga dari Campuran Garam Berapa pH larutan penyangga yang dibuat dari campuran 60 mL NaH2PO4 0,5 M dan 40 mL Na2HPO4 0,5 M. Diketahui Ka (H2PO4–) = 7,5 × 10–3. Jawab: Dalam larutan terdapat: Na+, H+, H2PO4–, dan HPO42–. Reaksi kesetimbangannya: H2PO4–(aq) ⇄ HPO42–(aq) + H+(aq) Oleh karena kedua garam tersebut terionisasi sempurna maka konsentrasi H2PO4– dan HPO42– sama dengan konsentrasi garam-garamnya. Konsentrasi H2PO4– dalam campuran (100 mL):


Konsentrasi HPO42– dalam volume campuran


Nilai pH larutan
Jadi, pH larutan = 1,95.